Gorontalo, September 2025 – Salah satu dosen Tadris Bahasa Inggris (TBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Andiani Rezkita Nabu, S.Pd., M.A., berhasil lolos dalam Program Dana Indonesiana 2025, pada kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya. Program prestisius ini merupakan bagian dari pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam program bergengsi ini, Andiani bertindak sebagai ketua tim peneliti dan berkolaborasi dengan civitas akademika dari IAIN Manado. Proposal penelitian yang diajukan timnya berhasil memperoleh pendanaan nasional setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat nasional. Pendaftaran program Dana Indonesiana 2025 sendiri dibuka secara daring melalui laman resmi https://danaindonesiana.kemenbud.go.id/ sejak 5 Mei 2025, dan diperpanjang hingga 18 Juli 2025 untuk beberapa kategori. Pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada 26 Agustus 2025.

TBI Buktikan Kiprah Inovatif dalam Program Kebudayaan Nasional
Penelitian yang diajukan oleh Andiani berfokus pada pelestarian dan penguatan eksistensi bahasa Mongondow, salah satu bahasa daerah di Sulawesi Utara yang kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Penelitian ini mengombinasikan kajian deskriptif linguistik dengan inovasi teknologi digital untuk mendukung upaya revitalisasi bahasa Mongondow. Kegiatan penelitian akan berlangsung selama satu tahun, dimulai pada akhir tahun 2025, dengan tujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, serta mempromosikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terkandung dalam bahasa Mongondow.
Program Dana Indonesiana merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mendukung pelaku kebudayaan dan peneliti melalui pendanaan berkelanjutan berbasis hasil pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan. Dukungan ini mencakup kegiatan riset, pengembangan, serta inovasi kebudayaan yang relevan dengan konteks masyarakat modern dan keberlanjutan budaya nasional.
Seluruh kegiatan pemajuan kebudayaan ini didanai melalui Dana Abadi Kebudayaan senilai Rp 5 triliun yang dikelola oleh LPDP, guna memastikan keberlanjutan pendanaan dan penguatan ekosistem kebudayaan di Indonesia.
Keterlibatan dosen TBI IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan nasional.
Penulis: Rara Ibrahim
