Perkuat Wawasan Akademik, TBI Hadiri Visiting Lecture dan Kuliah Pakar di FITK

Slider

Gorontalo, 2 April 2026 — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Visiting Lecture dan Kuliah Pakar yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo dan FTIK UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Aula FITK, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Hj. Munifah, M.Pd., yang merupakan Dekan FTIK UIN Syekh Wasil Kediri. Turut hadir Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., Wakil Rektor I Dr. H. Sofyan A.P. Kau, M.Ag., Dekan FITK Prof. Dr. H. Arten H. Mobonggi, M.Pd., para wakil dekan, dosen, serta mahasiswa di lingkungan FITK.

Dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI), kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Dr. Hj. Enni Akhmad, S.S., M.Pd dan Sekretaris Jurusan Alvons Habibie, M.Pd, sebagai bentuk partisipasi dalam penguatan kerja sama akademik dan peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan fakultas.

Selain kuliah pakar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk kerja sama akademik antara kedua institusi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sesi kuliah pakar, Prof. Dr. Hj. Munifah menyampaikan materi bertema “Transformasi Pendidikan di Era AI: Tantangan dan Peluang bagi Pendidik.” Beliau memaparkan berbagai aspek penting, mulai dari konsep reformasi pendidikan, kerangka dan dimensi transformasi, hingga proses implementasi transformasi dalam dunia pendidikan.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan pentingnya mindset dan strategi dalam menghadapi perubahan, manajemen perubahan, serta transformasi dalam pembelajaran dan budaya akademik. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi dosen dan mahasiswa turut menjadi fokus pembahasan, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran.

Selain itu, aspek etika penggunaan AI juga menjadi perhatian penting, dengan mengacu pada panduan dari UNESCO dan kebijakan pendidikan tinggi, sehingga pemanfaatan teknologi tetap dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sivitas akademika, khususnya di lingkungan Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI), dapat meningkatkan wawasan serta kesiapan dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Selain itu, kerja sama yang terjalin melalui penandatanganan MoU ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.