Dosen dan Mahasiswa TBI Sukses Presentasi di KIMLI 2025: Bedah Konsep Moderasi Lewat Data Korpus

News Slider

Gorontalo, 18 Juli 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), FITK, IAIN Sultan Amai Gorontalo. Salah satu dosen TBI, Andiani Rezkita Nabu, S.Pd., M.A., bersama mahasiswanya, Nindi Nur Sarifah, sukses mempresentasikan tulisan kolaboratif mereka dalam ajang Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia (KIMLI) 2025 yang berlangsung pada 16–18 Juli 2025 secara hybrid (luring & daring) di Universitas Indonesia, Depok.

Tulisan berjudul “Decoding the Concept of ‘Moderation’: Insights from English and Indonesian Corpora” ini mengkaji representasi dan makna konseptual “moderasi” dalam wacana bahasa Inggris dan Indonesia melalui pendekatan linguistik korpus. Riset ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana nilai-nilai moderasi dikonstruksi secara leksikal dan semantik lintas bahasa, serta relevansinya dalam konteks sosial dan pendidikan multikultural di Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah nasional dua tahunan ini mencerminkan komitmen TBI dalam mengembangkan iklim akademik yang kolaboratif dan mendorong publikasi sejak dini.

“KIMLI adalah forum ilmiah bergengsi, dan menjadi bagian darinya adalah pengalaman yang sangat berharga, apalagi ini adalah kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Kami ingin menunjukkan bahwa riset bersama bisa dilakukan sejak masa studi, dan hasilnya bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Andiani Rezkita Nabu.

KIMLI 2025 diselenggarakan oleh Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Tahun ini, kongres mengusung tema “Linguistik Indonesia: Dulu, Kini, dan Nanti” yang bertujuan menelusuri perkembangan ilmu linguistik di Indonesia dari masa ke masa serta prospeknya di masa depan.

Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun para ahli bahasa, dosen, guru, mahasiswa, peneliti, dan pengamat bahasa dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara yang memiliki ketertarikan pada kajian bahasa.

KIMLI 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga peneliti dari dalam dan luar negeri. Kehadiran para pembicara dari beragam institusi dan negara menjadikan kongres ini sebagai ajang bertukar wawasan, pengalaman, dan hasil penelitian terkini dalam bidang linguistik.

Nindi Nur Sarifah, mahasiswa TBI yang terlibat langsung dalam penelitian ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya merasa sangat bangga karena tulisan kami dapat dipresentasikan di forum ilmiah berskala internasional seperti KIMLI 2025. Ini memberikan motivasi besar bagi saya untuk terus mengembangkan diri di bidang penelitian dan linguistik” ungkapnya.

Kaprodi Tadris Bahasa Inggris, Dr. Enni Akhmad, S.S., M.Pd., turut mengapresiasi capaian ini dan berharap akan semakin banyak kolaborasi riset yang melibatkan mahasiswa.