IAIN Gorontalo Bersiap Unjuk Gigi: Dua Mahasiswa TBI Ikuti Pra-Karantina Duta Bahasa 2025

News

Gorontalo, 21 Juni 2025 – Dua mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, terpilih sebagai finalis Duta Bahasa Provinsi Gorontalo Tahun 2025. Mereka adalah Mohamad Dinar Tilamuhu dan Apriyansyah Harun, yang saat ini tengah menjalani rangkaian kegiatan pra-karantina sebagai tahapan penting sebelum malam puncak pemilihan Duta Bahasa.

Kegiatan pra-karantina ini dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo selama lima hari berturut-turut, mulai dari Selasa, 17 Juni hingga Sabtu, 21 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan intensif kepada para finalis agar memiliki kesiapan intelektual, emosional, dan teknis dalam menjalankan peran sebagai Duta Bahasa. Materi yang disampaikan mencakup aspek kebahasaan, kesastraan, literasi digital, serta praktik komunikasi publik.

Pada hari pertama, Selasa (17/6), para finalis mengikuti Pembekalan 1 yang terdiri atas dua materi, yaitu Tata Bahasa Indonesia dan Kiat-Kiat Membuat Krida Terbaik. Materi ini memberikan landasan awal tentang pentingnya ketepatan berbahasa serta strategi menyusun krida kebahasaan yang inovatif dan kontekstual. Krida menjadi salah satu komponen utama dalam penilaian duta, sehingga pembekalan ini menjadi langkah awal yang sangat menentukan.

Keesokan harinya, Rabu (18/6), para peserta mendapatkan Pembekalan 2 yang membahas tentang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan pengenalan terhadap Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) di lingkungan Badan Bahasa. Dalam sesi ini, para finalis tidak hanya mengenal instrumen pengukuran kecakapan berbahasa, tetapi juga memahami lembaga-lembaga yang berperan dalam pengembangan kebahasaan nasional.

Kamis (19/6) diisi dengan Pembekalan 3 yang berfokus pada Kemampuan Wicara Publik dan Penulisan Artikel Kebahasaan dan Kesastraan. Kedua materi ini sangat relevan dengan peran duta yang dituntut mampu menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan dengan bahasa yang baik, benar, dan menarik. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum serta menyusun tulisan ilmiah populer yang dapat mengedukasi masyarakat.

Pada Jumat (20/6), seluruh finalis menjalani sesi pemotretan resmi dan pengepasan busana adat Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan teknis menjelang malam puncak pemilihan. Pakaian adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi representasi dari jati diri peserta sebagai wakil daerah dan agen pelestari budaya lokal.

Pra-karantina ditutup pada Sabtu (21/6) dengan Pembekalan 4 yang mencakup Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan di Media Digital serta Penguatan Keterampilan Berbahasa. Di tengah arus informasi yang cepat dan padat, para finalis diajak untuk mengemas pesan kebahasaan dalam format konten yang komunikatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, keterampilan berbahasa dalam berbagai situasi juga diperkuat agar para duta mampu menjangkau audiens dari berbagai latar belakang

Partisipasi Mahasiswa TBI dalam Ajang Bergengsi ini sebagai Upaya Meningkatkan Wawasan Kebahasaan dan Kebangsaan

Mohamad Dinar Tilamuhu menyampaikan bahwa pra-karantina ini tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, tetapi juga memperluas perspektifnya tentang peran bahasa dalam membangun peradaban. Ia merasa bersyukur bisa mewakili jurusan dan akan berusaha memberikan yang terbaik di tahap selanjutnya. Senada dengan itu, Apriyansyah Harun mengaku sangat terinspirasi oleh rangkaian pembekalan yang diselenggarakan. Ia merasa semakin terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan kebahasaan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Keikutsertaan dua mahasiswa Tadris Bahasa Inggris dalam ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda kampus mampu mengambil peran dalam isu-isu kebahasaan di tingkat daerah. Semangat yang mereka bawa mencerminkan dedikasi pribadi sekaligus mengharumkan nama IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dukungan sivitas akademika menjadi dorongan kuat bagi keduanya untuk melangkah percaya diri menuju malam puncak pemilihan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo Tahun 2025.

Penulis : Dinar Tilamuhu