Dalam era globalisasi dan transformasi digital menuju Society 5.0, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran inovatif menjadi tuntutan utama bagi lembaga pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang pengajaran bahasa Inggris. Pergeseran paradigma pembelajaran dari metode konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi mendorong dosen dan institusi untuk memperluas jejaring akademik, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kolaborasi internasional guna menciptakan pembelajaran yang relevan dan kompetitif.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah Islamic College Singapore. Kerja sama ini kemudian ditindaklanjuti oleh Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melalui implementasi nyata dalam bentuk keterlibatan sebagai pemateri dalam kegiatan workshop kolaboratif.

Kegiatan tersebut bertajuk “Pengajaran Bahasa Inggris antara Harapan dan Tantangan di Era Society 5.0”, yang difasilitasi oleh Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo bersama Muhammadiyah Islamic College Singapore.
Workshop ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas dosen dalam menghadapi tantangan global di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) semakin menunjukkan perannya dalam memperluas jejaring internasional serta mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
