Kajur TBI Bahas Hak Pendidikan dalam Kajian Ramadan Bersama Tokoh Muslimah

Slider

Gorontalo, 28 Februari 2026 — Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) Dr. Hj. Enni Akhmad S.S, M.Pd. menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Kajian Ramadan yang diselenggarakan oleh Aktivis Muslimah. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Zam-Zam Group pada pukul 08.30 WITA hingga selesai.

Kajian Ramadan tersebut mengangkat tema “Pendidikan Gratis dalam Islam: Hak Dasar atau Fasilitas Mewah.” Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Dr. Hj. Enni Akhmad sebagai akademisi pendidikan serta Dharmawati, S.Pd.I., yang dikenal sebagai aktivis dakwah. Diskusi ini dipandu oleh moderator Nurafni Lapananda, seorang aktivis muslimah.

Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Enni Akhmad menjelaskan berbagai aspek penting terkait pendidikan, mulai dari definisi dan landasan filosofis pendidikan, hingga pembahasan mengenai lima pilar pendidikan yang menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya biaya pendidikan, termasuk data mengenai kenaikan UKT yang dalam beberapa tahun terakhir dapat mencapai hingga 600% di sejumlah perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya ilmu bagi keberlangsungan peradaban manusia. Ia menyampaikan bahwa tanpa pendidikan dan pengetahuan, manusia tidak akan mampu berkembang dan mempertahankan peradabannya. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kurangnya akses terhadap pendidikan dapat menyebabkan masyarakat tertinggal dan rentan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan.

Beliau juga menegaskan bahwa bangsa yang tidak membekali generasi mudanya dengan ilmu pengetahuan akan mudah mengalami ketertinggalan bahkan dapat terjajah secara intelektual dan sosial. Oleh karena itu, pendidikan harus dipandang sebagai kebutuhan fundamental yang harus diupayakan agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti adanya kesenjangan dalam akses pendidikan, di mana sering muncul anggapan bahwa lembaga pendidikan dengan biaya yang tinggi identik dengan kualitas yang lebih baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dalam realitas saat ini, pendidikan masih sering dipandang sebagai sesuatu yang hanya dapat dijangkau oleh kelompok tertentu.

Dalam pandangannya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sering kali terasa seperti fasilitas mewah, karena dalam praktiknya belum sepenuhnya dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat.

Kehadiran Dr. Hj. Enni Akhmad sebagai narasumber dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif akademisi dari Jurusan Tadris Bahasa Inggris dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu pendidikan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemerataan akses pendidikan semakin meningkat, sehingga pendidikan dapat benar-benar menjadi hak dasar bagi semua.