Gorontalo, 4 Juli 2025 — Ajang bergengsi Penganugerahan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo Tahun 2025 resmi mencapai puncaknya pada Jumat malam, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh pemerhati bahasa, akademisi, serta generasi muda dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo. Tahun ini, dua mahasiswa dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Sultan Amai Gorontalo, yakni Mohammad Dinar Tilamuhu dan Apriansyah Harun, berhasil menembus babak final dan bersaing dengan para finalis lainnya dari seluruh wilayah provinsi.
Dalam proses seleksi yang berlangsung sangat ketat sejak tahap awal, kedua finalis menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penguasaan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing, serta kepedulian terhadap pelestarian dan pengembangan bahasa. Namun sayangnya, hanya Dinar yang bisa melaju hingga babak 6 besar.
Meskipun langkah Dinar terhenti di babak 6 besar, Dinar justru berhasil meraih penghargaan sebagai Duta Inovator Program, sebuah apresiasi khusus bagi finalis yang memiliki ide program kebahasaan paling kreatif dan berdampak. Pencapaian ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo. Penganugerahan yang mengusung tema “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing” ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi generasi muda dalam memperkuat jati diri bangsa melalui bahasa.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Gorontalo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh finalis yang telah menjadi wajah representatif semangat literasi dan pelestarian bahasa di kalangan pemuda. “Kami berharap para finalis dapat terus menjadi agen perubahan dalam masyarakat, membawa nilai-nilai kebahasaan dan kesastraan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dinar juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Ini adalah pengalaman luar biasa. Saya belajar banyak tentang pentingnya bahasa dalam membangun identitas dan membina persatuan. Semoga ke depan saya bisa terus berkontribusi dalam kegiatan literasi dan kebahasaan di Gorontalo,” ungkapnya.
Prestasi ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, khususnya dari prodi Tadris Bahasa Inggris, untuk terus berani berkompetisi dan aktif dalam kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Penulis: Rara Ibrahim
